MUSLIMAH SEJATI ABAD MILENIUM
MENINGKATKAN KETAKWAAN KITA PADA YANG MAHA KUASA
Kamis, 29 Juli 2010
Mencoba Lebih Dekat dengan Al Qur'an
Memahami isi Al Qur’an tak selamanya melalui hal-hal yang dianggap wah untuk orang awam. Kajian tafsir yang terkesan berat (bukan karena kitabnya saja, tapi penyampaiannya juga *_*) kadang kurang diminati oleh para objek dakwah. Padahal kita berdakwah untuk semua kalangan. Termasuk juga bagaimana agar Islam dan Qur’an bisa masuk ke dalam kehidupan seseorang dengan mudah dan menarik. Terobosan baru sekarang tentunya harus semakin kreatif agar menarik. Misalnya saja dengan lagu-lagu yang diiringan music atau tidak. Bertempo cepat, atau pelan, ceria atau sedih dan lain sebagainya. Tergantung seperti apa tafsiran dari ayat Al Qur’an tersebut. Kita bidik Opick, lagu berikut ini berirama ceria dengan tempo yang lumayan cepat. Qur’an surat Al Mu’minun ayat 1-11. Menggambarkan tentang kemenangan orang-orang mukmin.
Tujuh sifat yang menjadikan orang-orang mukmin beruntung
1.Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman
2.(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya
3.Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang didak berguna
4.Dan orang-orang yang menunaikan zakat
5.Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya
6.Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela
7.Barang siapa mencari dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas
8.Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan janjinya
9.Dan orang-orang yang memelihara shalatnya
10.Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi
11.(yakni) yang akan mewarisi surge Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
Penyanyi / Artist : Opick
Pewaris Surga
Opick
Mereka adalah pewaris surga
Manusia yang disayangi Allah
Alangkah indah bila hati mengenangnya
Tanda-tanda ada tujuh di hidupnya
Yang pertama orang yang beriman kepada Allah
Iman di hati mulut dan langkahnya
Yang kedua orang yang menjauh dari segala
Perkara-perkara yang tiada guna
Yang ketiga orang yang menunaikan zakatnya
Yang keempat yang menjaga kemaluannya
Yang kelima orang yang memelihara amanat
Yang keenam orang yang penuhi janjinya
Yang ketujuh orang-orang yang selalu menjaga
Waktu dan khusyu setiap sholatnya
Mereka adalah orang yang dirindu surga
Surga firdauslah tempat kembali mereka
Ini hanya salah satu lagu yang membawakan Al Qur’an, masih banyak lagi lagu-lagu yang mencoba membawakan Al Qur’an agar Qur’an dekat dengan kita. Bagaimana langkah kita selanjutnya?
Fastabiqul khoirot…
Rabu, 28 Juli 2010
Jumat, 14 Mei 2010
ADA CINTA UNTUK BUNDA
Hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ahmad pun bunyinya sama tuh. Beliau mengatakan kalo ”Surga berada di bawah telapak kaki ibu”.
Karunia cinta yang disematkan di hati manusia sungguh nikmat yang tak terperi. Cinta yang bersandar pada yang maha membolak-balikkan hati. Cinta kepada orang tua membuat kita merasa damai dan ingin selalu ada di dekatnya sepanjang waktu. Mengingat perjuangan mereka maka Allah memposisikan keduanya pada posisi yang mulia. Betapa Allah telah memerintahkan kepada kita untuk selalu hormat dan patuh kepada keduannya, tidak boleh kasar dan berkata yang menyakitkan hati, semua ini setelah kita mengimani dan tidak menyekutukan Allah.
Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.
Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku, pada waktu kecil.”
QS Al-Isra’ ayat 23-24
Berbicara tentang pengorbanan yang ada, bunda adalah orang yang pengorbanannya hanya pantas diimbali surgaNya. Betapa tidak? Coba simak ini yah…
”Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun…” (QS Lukman [31]: 14)
Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa bunda adalah orang yang telah mengandung. Mengandung bukanlah hal yang gampang, beban berat yang berbulan-bulan selalu di gendong dan tak pernah mengeluh ‘capek’ dan ingin ‘meletakkan saja’ kandungannya sungguh pengorbanan yang luar biasa. Ingin merasakan? Silahkan ambil kelapa dan taruh di perut lalu ikat dengan kain, lalu bawa kemana-mana selama sebulan saja. Aktifitas apapun tidak boleh diletakkan, bahkan sampai tidur. Apa yang dirasakan?
Lalu sebelum mengandung sering kali merasa mual hingga tidak sanggup untuk makan. Kalau bunda membiarkan dirinya tidak makan, maka kita tidak akan berpijak di bumi ini kawan. Setelah melahirkan dan kita berusia dua tahun, ibu akan menyappih, konon rasanya sakit kawan. Itulah makanya Allah menempatkan beliau di posisi yang mulia.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a: “Telah datang seorang lelaki kepada Rasulullah saw. lalu bertanya: ‘Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku layani dengan sebaik mungkin?’ Rasulullah saw. bersabda: ‘Ibumu’. Beliau bertanya lagi: ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah saw. bersabda: ‘Kemudian ibumu’. Beliau terus bertanya: ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah saw bersabda: ‘Kemudian ibumu’. Beliau terus bertanya: ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah saw. bersabda: ‘Kemudian ayahmu’ “
(HR Bukhari dalam Kitab Etika, hadis no. 5514)
Dan mengapa rasulullah menyebutkan ‘ibu’ sampai tiga kali kemudian barulah ‘ayah’ dalam hadist di atas. Lalu apakah kita malu hanya untuk mengucapkan: ”bunda, aku sungguh mencintaimu, semoga Allah akan menyayangi engkau seperti engkau telah menjagaku dan merawatku sejak aku masih kecil”
