Hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ahmad pun bunyinya sama tuh. Beliau mengatakan kalo ”Surga berada di bawah telapak kaki ibu”.
Karunia cinta yang disematkan di hati manusia sungguh nikmat yang tak terperi. Cinta yang bersandar pada yang maha membolak-balikkan hati. Cinta kepada orang tua membuat kita merasa damai dan ingin selalu ada di dekatnya sepanjang waktu. Mengingat perjuangan mereka maka Allah memposisikan keduanya pada posisi yang mulia. Betapa Allah telah memerintahkan kepada kita untuk selalu hormat dan patuh kepada keduannya, tidak boleh kasar dan berkata yang menyakitkan hati, semua ini setelah kita mengimani dan tidak menyekutukan Allah.
Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.
Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku, pada waktu kecil.”
QS Al-Isra’ ayat 23-24
Berbicara tentang pengorbanan yang ada, bunda adalah orang yang pengorbanannya hanya pantas diimbali surgaNya. Betapa tidak? Coba simak ini yah…
”Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun…” (QS Lukman [31]: 14)
Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa bunda adalah orang yang telah mengandung. Mengandung bukanlah hal yang gampang, beban berat yang berbulan-bulan selalu di gendong dan tak pernah mengeluh ‘capek’ dan ingin ‘meletakkan saja’ kandungannya sungguh pengorbanan yang luar biasa. Ingin merasakan? Silahkan ambil kelapa dan taruh di perut lalu ikat dengan kain, lalu bawa kemana-mana selama sebulan saja. Aktifitas apapun tidak boleh diletakkan, bahkan sampai tidur. Apa yang dirasakan?
Lalu sebelum mengandung sering kali merasa mual hingga tidak sanggup untuk makan. Kalau bunda membiarkan dirinya tidak makan, maka kita tidak akan berpijak di bumi ini kawan. Setelah melahirkan dan kita berusia dua tahun, ibu akan menyappih, konon rasanya sakit kawan. Itulah makanya Allah menempatkan beliau di posisi yang mulia.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a: “Telah datang seorang lelaki kepada Rasulullah saw. lalu bertanya: ‘Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku layani dengan sebaik mungkin?’ Rasulullah saw. bersabda: ‘Ibumu’. Beliau bertanya lagi: ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah saw. bersabda: ‘Kemudian ibumu’. Beliau terus bertanya: ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah saw bersabda: ‘Kemudian ibumu’. Beliau terus bertanya: ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah saw. bersabda: ‘Kemudian ayahmu’ “
(HR Bukhari dalam Kitab Etika, hadis no. 5514)
Dan mengapa rasulullah menyebutkan ‘ibu’ sampai tiga kali kemudian barulah ‘ayah’ dalam hadist di atas. Lalu apakah kita malu hanya untuk mengucapkan: ”bunda, aku sungguh mencintaimu, semoga Allah akan menyayangi engkau seperti engkau telah menjagaku dan merawatku sejak aku masih kecil”

di kembangkan terus moga bermanfaaat bagi orang banyak,,,,semangat
BalasHapus